Semangat Gotong Royong Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kampung Bogatama

Ketua PPS Kampung Bogatama sedang menyeleksi data DPT Ganda pada Pileg dan Pilpres 2019 (Dokumen desa.id oleh Mamat).

pada Pileg dan Pilpres 2019 (Dokumen desa.id Bogatama.desa.id Budaya Gotong Royong merupakan warisan leluhur yang harus selalu di jaga dan dilestarikan, sejalan dengan program Pimpinan Daerah Tulang Bawang yang saat ini menyandang gelar Bupati Gotong Royong, dengan semangat kebersamaan Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat itu selalu memberikan teladan kepada seluruh warga untuk selalu bergotong royong dalam pembangunan di daerah. Bahkan setiap hari Jum’at Bupati cantik Pertama di Kabupaten Tulang Bawang selalu memberikan contoh kepada Satuan Kerja Pemerintah daerah (SKPD) untuk bergotong royong.

Anggota PPS Kampung Bogatama sedang menyeleksi data ganda (Dokumen desa.id Oleh Mamat)

Berangkat dari semangat gotong royong yang di contohkan bunda Winarti menjadi motivasi tersendiri diinternal Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kampung Bogatama yang selalu berupaya membudayakan Gotong Royong dalam setiap kegiatan. setiap agenda kerja yang diintruksikan oleh Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) selalu dikerjakan bersama- sama dan saling bantu satu sama lain, sehingga setiap agenda pekerjaan PPS yang ditargetka PPK selalu selesai lebih awal dari jadwal yang ada.

Ketua PPS sedang menginput Data Pemilih Ganda Pada DPT Pileg dan Pilpres Tahun 2019 dibantu Anggota. (Dokumen desa.id Oleh Mamat)

Semangat gotong royong ini selalu dirawat dan ditumbuh kembangkan di internal PPS Kampung Bogatama, bahkan menjadi kesepakatan bersama setiap ada agenda kegiatan bagi anggota yang tidak bisa hadir maka wajib membayar sangsi, sangsi yang diberikan kepada anggota berfariasi disesuaikan dengan pekerjaan yang menjadi agenda internal PPS. Budaya gotong royong saat ini lambat laun memang semakin memudar dikalangan Masyarakat. Maka untuk membangkitkan kembali semangat itu tak henti hentinya ketua PPS Bogatama ( Ahmad Mustangin, S.Pd.I) selalu mengintruksikan kepada anggota untuk selalu menjaga, merawat dan mempertahankannya.

Anggota PPS Bogatama An.Oki Maulana yang harus Membayar sangsi keterlambatan dengan membelikan Pocari sweat untuk anggota lain.(Dokumen desa.id Oleh Mamat).

Secara umum melihat dari fakta yang ada dilapangan budaya gotong royong sangat membutuhkan perhatian super extra dari semua pihak, tanpa perhatian yang extra maka tidak menutup kemungkinan budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia ini akan punah. Upaya mempertahankan budaya gotong royong pada dasarnya tidak harus melulu bidang kebersihan lingkungan, tetapi setiap agenda kegiatan kelompok masyarakat dapat dibudayakan dengan bergotong royong. Pada akhirnya budaya gotong royong dapat tercermin dari setiap individu Warga Negara Indonesia. (Kang Mamat)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan