Zakat dan Wakaf untuk mengangkat perekonomian umat

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Lampung Drs.Hi Suhaili,M.Ag dan Kabag Zakat Wakaf saat membuka acar work shop. (Dokumen desa.id Fhoto : AMT)

Bogatama.desa.id Zakat dan Wakaf berasal dari Bahasa Arab, dalam bahasa indonesia Zakat mempunyai arti membersihkan, sedangkan Wakaf mempunyai arti pemberian. Program Zakat dan Wakaf di Negara – negara islam yang ada diwilayah Timur Tengan seperti Mesir, Arab Saudi, Sudan, Al Jazair dan lain – lain merupakan penunjang perekonomian Negara dan menjadi Kekayaan tersendiri bagi negara tersebut, bahkan menjadi andalan bgi Negara tersebut dalam menjaga stabilitas perekonomian mereka. Seperti Negara Mesir dapat mengucurkan bantuan beasiswa untuk pelajar bahkan pelajar dari negara lain sumber pembiayaannya berasal dari harta wakaf.

Didalam agama Islam sendiri Zakat dan wakaf merupakan 2 hal yang sangat dianjurkan, bahkan Zakat merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam yang sudah mampu sesuai dengan Syari’at Islam. menanggapi 2 hal ini Kementerian Agama Provinsi Lampung mengundang dan menghadirkan Kepala Sub Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Pusat untuk memaparkan tentang regulasi hukum zakat dan wakaf yang ada di Indonesia.

Kasubdit Zakat Wakaf Kementerian Agama Pusat saat memberikan materi terkait dengan regulasi terbaru Zakat Wakaf. (Dokumen desa.id Fhoto AMT)

Kegiatan Workshop ini dilaksanakan di Hotel Kurnia 2 Jalan Raden Intan Tanjung Karang dari tanggal 23 sd 25 September 2018, diikuti oleh 30 Peserta berasal dari Kepala Seksi Syari’ah (Zakat Wakaf), Ketua Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas), Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan sebagian Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam Kementerian Agama Kabupaten / Kota se-Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menekankan tentang peran penting Baznas dan BWI kedepan, mengingat kedua lembaga yang bermitra dengan Kemenag ini nantinya diharapkan mampu membantu Pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan yang saat ini masih belum bisa tuntas meskipun sudah banyak bantuan yang diberikan Pemerintah, dengan memanfaatkan dan memproduktifkan aset wakaf yang ada di Provinsi Lampung yang saat ini tercatat lebih kurang 15.290 Ha, Kemenag berharap adanya aset wakaf ini dapat dioptimalkan sehingga bisa membantu pemerintah dari segi ekonomi masyarakat.

Ketua BWI Provinsi Lampung Ir.Hi.Firmansyah dan Pengusaha dalam diskusi panel dalam acara workshop. (Dokumen desa.id Fhoto : AMT)

Menurut Ketua BWI Provinsi Lampung Ir.Hi.Firmansyah yang sekaligus rektor Universitas IBI Dharma Jaya bahwa aset wakaf yang ada diprovinsi Lampung apabila dioptimalkan akan bisa mengangkat perekonomian umat, terlebih jika antar Baznas dan BWI saling sinergi bukan tidak mungkin BWI dan Baznas dapat menjadi soko guru dalam perekonomian nasional seperti negara timur tengah yang lebih dulu menerapkan wakaf produkti sebagai sumber perekonomian umat.

Kepala seksi Penerangan Zakat Wakaf juga menjelaskan bahwa Baznas atau lembaga yang menjadi pengumpul dan penyalur zakat diharapkan dapat memaksimalkan kinerjanya, kementerian Agama sendiri saat ini sudah menerapkan Zakat Profesi yang dipotong langsung dari gaji pegawainya, harapan Kanwil Kemenag hal ini dapat diikuti oleh instansi (lembaga) Pemerintah yang lain sehingga pengumpulan Zakat di Provinsi Lampung benar – benar dapat membantu warga diprovinsi Lampung ini yang kurang mampu.

Kabid Zakat wakaf Kemenag Provinsi Lampung sedang menyampaikan materi dalam kegiatan workshop. (Dokumen desa.id Fhoto : AMT)

Sementara itu Kepala Bidanga (Kabid) Zakat wakaf Hi.Wasril Purnawan, SE, M.Si mengemukakan perlunya akselarasi pengamanan aset wakaf, banyak sudah kejadian tanah wakaf karena belum ada dasar hukumnya akhirnya diminta kembali oleh ahli warisnya. Hal ini perlunya kerja keras BWI di Kabupaten / Kota untuk selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Badan Pertanahan Nasional agar aset wakaf yang belum mempunyai sertifikat dapat diterbitkan sertifikat wakaf. Berdasarkan data pada Sistem Informasi Wakaf (Siwak) tanah wakaf yang ada diprovinsi Lampung sebanyak 9.238 Ha sedangkan menurut data yang dihimpun sebanyak 15.290 Ha sebanyak 48.3 % belum mempunyai surat Wakaf.

Sebagian Peserta workshop bersama Ketua BWI Provinsi Lampung Setelah acara diskusi panel. (Dokumen desa.id Fhoto : AMT)

Keadaan seperti ini membutuhkan kerja keras semua pihak terutama BWI dan dan Kasi Syari’ah Kabupaten / Kota untuk selalu berkoordinasi dengan Kasi Binmas dengan melibatkan Penyuluh Agama yang ada didaerah untuk membantu menginfentarisir tanah wakaf sehingga kedepan data tanah wakaf yang ada diprovinsi lampung benar – benar valid untuk mempermudah pemrosesan surat wakaf dan menjadikan Wakaf Produktif yang dapat membantu perekonomian Umat. (Kang Mamat)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan