Masyarakat kampung bogatama suku 001 kembali melanjutkan gotong royong luar biasa

Masyarakat Kampung Bogatama suku 001 bergotong royong malam hari. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Bogatama.desa.id |12|10|2018| Undang – undang Dasar (UUD) 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2, telah menjamin bagi warga negara untuk beribadah menurut agama dan keyakinan masing – masing, dalam melakukan ibadah bagi pemeluk agama yang telah dijamin oleh undang – undang itu membutuhkan keamanan dan kenyamanan. Dalam rangka menunaikan ibadah agar aman dan nyaman, masyarakat muslim Kampung Bogatama suku 001 Rt. 001 dan 002 kembali melaksanakan gotong royong pada malam hari guna menyelesaikan pemasangan keramik dinding musholla sebagai sarana ibadah sholat berjama’ah dan kegiatan lain.

Kegiatan gotong royong yang dilaksakan malam hari ini merupakan malam ke 4 dan dilakukan rutin setiap malam mulai pukul 20.00 sd 23.30 Wib, pasalnya pemasangan keramik dinding yang semula direncanakan hanya dinding sisi bagian depan musholla ternyata berubah menjadi seluruh dinding musholla bagian dalam dan sisi depan bagian luar, sehingga pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan 3 malam menjadi beberapa malam, bahkan sampai dengan malam hari ini belum selesai

Ketua Rt 002 Rohmat memberi teladan kepada lingkungan. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Pengadaan material keramik dinding yang semula diperkirakan 35 meter persegi sudah cukup, membengkak menjadi 105 Meter persegi disebabkan pekerjaan yang tidak sesuai perencanaan, bangunan musholla yang dipasang keramik berukuran 7 x 7 meter, berdasarkan hitungan tinggi dinding 3 meter kali panjang 7 meter kali 5 sisi membutuhkan 105 meter persegi. Sumber dana pengadaan keramik dan bahan lainnya merupakan swadaya murni dari masyarakat dengan sistem donatur bagi yang berkenan dan tidak ada kewajiban iuran bagi masyarakat secara umum.

Ketua Rt. 001 Paryadi sedang membuat adonan semen untuk pasang keramik.(Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Budaya bergotong royong luar biasa yang dilakukan masyarakat suku 001 rt.001 dan 002 ini sepenuhnya berangkat dari kesadaran pribadi, pasalnya tanpa diperintah mereka dengan suka rela datang untuk bersama melakukan pekerjaan ini meskipun seharusnya waktu malam hari untuk beristirahat.

Sebagian Masyarakat yang hadir dalam kegiatan gotong royong luar biasa (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Harapan kita semua Kebiasaan yang sangat baik ini perlu dicontoh oleh kita semua, karena budaya gotong royong merupakan warisan leluhur pejuang kemerdekaan yang wajib kita lestarikan, seperti dalam pepatah telah kita pahami bersama bahwa “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, falsafah ini apabila dapat kita jadikan prinsip dalam hidup bermasyarakat pasti kerukunan akan tecipta dengan baik dan dalam mengerjakan kegiatan apapun akan terasa ringan. (Kang Mamat/BGT)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan