Pemerintah kampung bogatama melanjutkan proses penimbunan lokasi calon taman kampung

Kepala Kampung Bogatama meninjau proses perataan tanah. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Bogatama.desa.id |10|10|2018 Upaya Pemerintah Kampung Bogatama untuk melaksanakan visi dan misinya “Menuju Kampung yang mandiri dan berkarakter” terus dilakukan, kali ini proses penimbunan lokasi calon taman Kampung yang berada persis didepan bali kampung sampai dengan depan Puskesmas, dengan melibatkan 1 unit alat berat (Exavator) dan 8 unit mobil dump truck pengangkut tanah.

Pekerjaan penimbunan lokasi calon taman kampung kali ini merupakan pekerjaan lanjutan yang pada minggu lalu belum selesai. Tertundanya proses penimbunan disebabkan karena terbatasnya waktu dan alat berat, karena kesibukan alat berat yang disewa sudah menyanggupi ditempat lain, sehingga pekerjaan penimbunan tahap pertama menjadi tertunda dan menunggu alat berat kembali bisa bekerja.

Proses penimbunan jalan masuk ke balai kampung. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Pekerjaan lanjutan penimbunan calon taman Kampung ini dimulai pukul 8.00 sampai dengan pukul 20.30 WIB. Lebih kurang 100 rit tanah timbun untuk meratakan lokasi calon taman kampung telah disiapkan untuk di ratakan, melihat kapasitas lokasi yang timbun diperkirakan tanah tersebut masih memerlukan tambahan lagi mengingat saat ini musim kemarau, dimungkinkan saat musim penghujan tanah timbun tersebut mengalami pemadatan sehingga diperlukan penambahan.


Proses meratakan tanah depan kantor MWC NU oleh tenaga kerja dibantu Kaur Tata Usaha (iswanto). (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Dalam proses pengerjaan penimbunan kali ini Kepala Kampung Bogatama Adi Pramonomenunggu dari pagi sampai dengan malam hari, belau tidak ingin terjadi kendala dalam proses penimbunan, dengan dibantu beberapa tenaga beliau turut membantu meratakan tanah yang baru saja diturunkan dari mobil.

Meskipun pekerjaan sampai dengan malam hari, namun prosesnya berjalan dengan lancar, dan tidak ada hambatan, dari 8 armada yang disiapkan semua dapat bekerja maksimal, rata -rata per armada dapat mengusung material tanah timbun hingga 12 kali, namun ada juga yang hanya mampu 8 kali, bahkan pada jam 16.30 salah satu armada harus berhenti bekerja berkenaan harus membenahi dump yang sempat rusak.

Armada Dump Truck yang sempat mengalami kerusakan sedang memproses menurunkan tanah timbun dengan cara manual.(Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Tanah timbun yang turun dilokasi saat petang sampai dengan saat ini belum dapat diratakan, mengingat terbatasnya waktu, namun selanjutnya proses pemerataan tanah timbun yang belum rata menurut rencana akan segera digotong royongkan oleh aparatur kampung agar tanah urug tersebut menjadi rata dan indah dipandang mata. (Kang Mamat/BGT)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan