Kesibukan penyelenggara pemilu kecamatan penawartama

Panitia Pemungutan Suara PPS Kampung Rejo Sari sedang melakukan Coklit dirumah salah satu warga. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Bogatama.desa.id |05|11|2018| Sebuah Negara yang menerapkan sistem Pemerintahan Demokrasi agenda Pemilihan Umum adalah kegiatan rutin yang wajib di selenggarakan oleh Pemerintahan, tak terkecuali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sistem Pemerintahannya menggunakan Demokrasi maka juga menyelenggarakan Pemilu setiap 5 (lima) tahun sekali, dalam kegiatan ini semua Warga Negara yang berusia 17 tahun keatas dan atau sudah pernah menikah mempunyai hak untuk memilih dan dipilih, mulai dari pemilihan anggota legislatif maupun eksekutif.

Upaya untuk mensukseskan agenda 5 tahunan ini Pemerintah telah membentuk Panitia Penyelenggara mulai dari tingkat Pusat sampai Daerah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Badan Otonom yang dipercaya untuk menyelenggarakan Pemilu bertanggung jawab sukses dan tidaknya pesta 5 tahunan itu, maka KPU ditingkat Daerah juga membentuk Panitia Mulai dari tingkat Kecamatan sampai dengan desa. Sebagai perpanjangan tangan dari KPU Panitia Pemungutan Suara yang bertugas didesa merupakan ujung tombak KPU dan menjadi penentu sukses atau tidaknya pelaksanaan Pemilu.

.

Panitia Pemungutan Suara PPS Kampung Tri Jaya dan Sidoharjo sedang melakukan Coklit dirumah salah satu warga. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Sebagai ujung tombak maka tidak heran kalau berkenaan dengan pendataan calon pemilih yang sesuai dengan Undang – Undang Pemilu selalu diharapkan bekerja dengan maksimal. Diantara kunci suksesnya penyelenggaraan Pemilu adalan Data Mata Pilih, karena dengan jumlah mata pilih ini KPU dapat menentukan Kuota atau jumlah perolehan suara yang harus diraih oleh seorang calon agar dapat duduk dikursi Parlemen.

Berkaitan dengan Pendataan mata pilih pada Pemilu yang akan digelar bulan April 2019 mendatang, PPS selaku Panitia Pelaksana Pemilu tingkat desa sudah melakukan pendataan secara bertahap dimulai dari koreksi DPS sehingga menjadi DPT, dilanjutkan dengan DPTHP, koreksi DPTHP, perbaikan DPTHP, dan pencocokan DP4 dengan DPTHP. Proses yang cukup panjang ini selalu dikerjakan oleh PPS disemua desa termasuk PPS yang ada di Kecamatan Penawartama, tidak sedikit untuk menyelesaikan tahapan itu harus kerja lembur sampai dini hari, ini semua dilakukan hanya untuk susesnya penyelenggaraan Pemilu.

Panitia Pemungutan Suara PPS Kampung Dwi Mulyo dan Bogatama sedang melakukan Coklit dirumah salah satu warga. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Setelah proses perbaikan DPTHP bulan lalu diketahui bahwa data yang ada pada DPTHP setelah diteliti dan dicocokkan dengan data DP4 dari Kemendagri masih banyak Masyarakat yang sudah masuk kriteria sebagai pemilih dalam pemilu masih belum terdaftar, sehingga proses pendataan mata pilih kembali dilakukan oleh PPS seperti saat ini, semua PPS sibuk mencocokkan data dari DP4 dengan DPTHP. Proses pencocokan ini didapati masih banyak data pemilih dari DP4 yang belum ada dalam DPTHP sehingga PPS harus turun langsung ke masyarakat untuk memastikan nama yang tercantum berstatus aktif dan belum berubah.

Panitia Pemungutan Suara PPS Kampung Tri Jaya sedang melakukan rekap data hasil coklit. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) ini oleh KPU hanya diberi tenggang waktu 9 hari, yaitu dari tanggal 1 sampai dengan 9 Nopember 2018, sehingga PPS dikecamatan Penawartama bahkan PPS daerah lain sampai dengan berita ini diterbitkan masih banyak yang belum selesai, karena memang perlu ketelitian super ekstra dalam pengoreksian agar data yang dihasilkan benar – benar sesuai dengan fakta dilapangan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

(Kang Mamat/BGT)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan