Meriahkan peringatan maulid nabi muhammad saw santri ponpes hidayatul mubtadi’in adakan kegiatan lomba

Santri Ponpes Hidayatul Mubtadi'in mengikuti lomba Volly bola plastik dihalaman Ponpes. (Dokumen desa.id Fhoto By. Darul)

Bogatama.desa.id |27|11|2018 Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang kita kenal dengan istilah Maulid atau Mulud yang jatuh pada bulan Rabi’ul Awwal merupakan tradisi yang turun temurun telah dilakukan oleh muslim di Nusantara, peringatan maulid Nabi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengutus hamba-Nya menjadi Nabi dan Rasul untuk membimbing umat kejalan yang benar. Ungkapan rasa syukur yang lakukan oleh kaum muslim inipun beragam, ada yang dengan menggelar penagjian akbar, menggelar kenduri, mengadakan kegiatan dan lain – lain, semua kegiatan itu tak terlepas dari semangat untuk meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi semua manusia.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal merupakan agenda rutin yang selalu dinanti oleh kaum muslimin, karena momentum kelahiran Nabi juga membawa berkah tersendiri bagi mereka yang meyakini faham Ahlus Sunnah Waljama’ah. Pada bulan ini dengan semangat meneladani dan membuka sejarah perjuangan Rasulullah mulai lahir sampai dengan masa beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul didalamnya banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil sebagai ummatnya.

Keseruan lomba Bola olley plastik oleh santri putra Ponpes Hidayatul Mubtadi’in. (Dokumen desa.id Fhoto By. Darul)


Santri Putri setelah mengikuti lomba beristirahat sambil berfhoto bersama. (Dokumen desa.id Fhoto By. Darul)

Orang – orang Muslim dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia setiap daerah dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sangat beragam dan ini sudah menjadi budaya suku setempat, seperti didaerah :

  1. Madura ada istilah Muludhen yaitu Tradisi muludhen digelar oleh warga di Pulau Madura, Jawa Timur saat merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam acara itu biasanya diisi dengan pembacaan barzanji (riwayat hidup Nabi) dan sedikit selingan ceramah keagamaan yang menceritakan kebaikan Sang Nabi semasa hidupnya untuk dijadikan sebagai tuntunan hidup.
  2. Bungo Lado Tradisi Bungo Lado (berarti bunga cabai) adalah tradisi yang dimiliki warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Bungo lado merupakan pohon hias berdaunkan uang yang biasa juga disebut dengan pohon uang. Uang kertas dari berbagai macam nominal itu ditempel pada ranting-ranting pohon yang dipercantik dengan kertas hias.
  3. Ngalungsur Pusaka Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terdapat upacara Ngalungsur, yaitu proses upacara ritual di mana barang-barang pusaka peninggalan Sunan Rohmat (Sunan Godog/Kian Santang) setiap setahun sekali dibersihkan atau dicuci dengan air bunga-bunga dan digosok dengan minyak wangi supaya tidak berkarat yang difokuskan di Kampung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan.
  4. Kirab Ampyang Warga di Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah, juga memiliki tradisi tersendiri. Mereka melakukan kirab Ampyang di depan Masjid Wali. Pada awalnya kegiatan ini merupakan media penyiaran agama Islam di wilayah tersebut. Tradisi itu dilakukan oleh Ratu Kalinyamat dan suaminya Sultan Hadirin. Tradisinya dengan menyajikan makanan yang dihiasi dengan ampyang atau nasi dan krupuk yang diarak keliling Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, sebelum menuju ke Masjid Wali At Taqwa di desa setempat.

Demikian pula dikampung Bogatama, dalam memperingati Maulid Nabi banyak cara yang di gelar untuk merayakan peringatan Maulid Nabi. Baru baru ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW santri Ponpes Hidayatul Mubtadi’in mengelar acara lomba, kegiatan lomba yang di adakan ini tidak lain adalah untuk memberikan semangat kepada para santri dalam menuntut ilmu, berbagai lomba yang diadakan oleh para Ustadz antara lain, lomba Betengan, Baksodor,Voly bal plastik , Sepeda lambat, Balap sarung, Sendok kelereng , Estafet air, dan Estafet balon. semua kegiatan itu dimaksudkan agar para santri termotifasi dengan semangat Rasulullah dalam mendakwahkan Agama Islam di muka bumi ini.

Pembagian hadiah lomba yang dilaksanakan malam hari bersamaan dengan acara pembacaan Sholawat Albarzanji (Sejarah Nabi). (Dokumen desa.id Fhoto By. Darul)

Setelah momen lomba pada siang hari dilanjutkan malam hari dengan mebaca sholawat barzanji (sejarah) Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh para wali santri dan jama’ah lingkungan setempat. Kegiatan ini rutin diadakan karena hikmah yang didapat dari kegiatan ini sangat baik untuk membangkitkan semangat santri dalam menuntut ilmu. Terbukti para santri termotivasi akhirnya anak – anak yang tidak mau berangkat mengaji menjadi berangkat dan ikut belajar dengan kesadran sendiri karena ingin berbaur dalam lomba tersebut.

Dalam hal ini panitia penyelenggara menyediakan berbagai macam hadiah hiburan diperuntukkan bagi mereka yang mendapatkan juara, dengan dibaginya hadiah meskipun ala kadar ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka untuk mengikuti rangkaian kegiatan lomba, ini menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh kita selaku orang tua, ternyata kegiatan lomba dapat menjadi motivasi anak – anak kita lebih semangat dalam menimba ilmu. Panitia berharap dukungan dan bantuan dari wali santri agar kegiatan ini dapat dilestarikan dan akhirnya membawa berkah untuk anak – anak kita.

Kang Mamat BGT

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan