Pembangunan mental spiritual warga kampung bogatama

Jajaran Aparatur Kampung dan Tokoh Masyarakat Kampung Bogatama dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Kegiatan Rutin Pengururs Ranting NU dan Musliamat di Gedung TPA Miftahul Huda. (Dokumen desa.id Fhoto By. Sarwo)

Bogatama.desa.id |25|11|2018 Pembangunan masyarakat seutuhnya menuju kampung yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafur” kampung yang baik dan terjaga serta penuh kedamaian adalah tujuan pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Seperti tertuang dalam lirik lagu “Kebangsaan Indonesia Raya” Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya inti dari membangun Negara adalah dengan membangun Jiwa atau mental spiritual agar memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat. Demikian pula membangun Raga (badan), adalah upaya agar masyarakat hidup dengan sehat sehingga dapat melaksanakan kewajiban melaksanakan tugas sehari – hari.

Pembangunan Jiwa dan Raga merupakan 2 (dua) hal yang harus dilakukan dengan seimbang sehingga tidak terjadi ketimpangan, pembangunan Jiwa (mental spiritual) tanpa diimbangi dengan pembangunan Raga maka akan terjadi masyarakat yang taat dan patuh terhadap aturan tetapi tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik, karena tidak adanya kemampuan raga untuk melakukan, demikian pula pembangunan raga yang tidak diimbangi dengan pembangunan Jiwa mental spiritual maka akan terjadi gebyar fisik yang memukau tetapi masyarakatnya tidak bisa menikmati kehidupan yang tenteram.

Para hadirin sedang membaca sholawat Nabi dirangkai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subbanul Wathan untuk membangkitkan semangat Nasionalisme. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Untuk itulah upaya pembangunan jiwa mental spiritual untuk warga masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan di Kampung Bogatama dapat berjalan seiring dan sejalan sehingga tercapai tujuan Pemerintah dalam melaksanakan Visi dan Misinya. Kegiatan Pembangunan Mental Spiritual yang dimaksud seperti contoh kegiatan yang dilaksanakan kemarin. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan melaksanakan kegiatan rutin Pengurus Ranting Nahdlatul ‘Ulama (NU) dan Kelompok Pengajian Muslimat yang dilaksanakan di Musholla Miftahul Huda Kampung Bogatama.

Kepala Kampung Bogatama ADI PRAMONO yang turut hadir pada acara itu menyampaikan kepada masyarakat bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat mulia, kegiatan yang patut didukung dan dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat, oleh karena itu Pemerintah Kampung sangat mengapresiasi dan akan membantu dari segi pendanaan dan akan mengerahkan Aparatur Kampung agar dapat hadir pada acara seperti ini, selain itu yang tidak kalah pentingnya Kepala Kampung menghimbau kepada masyarakat agar dapat menyampaikan kepada Pemerintah berkenaan dengan pembangunan untuk tahun anggaran 2019, mengingat saat ini sedang menghadapi Musrembangkam.

Kepala Kampung Bogatama ADI PRAMONO sedang memberikan sambutan dan memaparkan program kerja Pemerintah Kampung tahun 2018 dan rencana Pembangunan 2019.(Dokumen desa.id Fhoto By. Sarwo)

Ky. Abdulloh Djuremi selaku sesepuh sekaligus pembina bagi lingkungan tersebut memberikan tausiyah (ceramah Agama) tentang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW dan kehidupan beliau sejak masa anak- anak sampai saat beliau diangkat oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul. Dengan dejelaskannya sejarah tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW agar para jama’ah yang hadir dapat meneladani sifat dan taca cara Nabi Muhammad SAW bertutur kata, berperilaku, dan bermasyarakat dalam kehidupan.

Para Jama’ah Pengajian sedang khusu’ mendengarkan tausyiyah ( ceramah Agama) (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Kegiatan yang dihadiri oleh warga kampung Bogatama mulai dari masyarakat, Aparat, dan tokoh Agama ini juga didisi dengan do’a bersama (Istighatsah), do’a bersama ini dimaksudkan agar Kampung Bogatama dalam membangun baik Rohani maupun Jasmani senantiasa mendpat Ridla dari Allah SWT, cita – cita Pemerintah yang tertuang dalam Visi dan Misi dapat telaksana sehingga Kampung Bogatama menjadi lebih baik dan menjadi “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur” dan masyarakatnya menjadi masyarakat yang senentiasa dapat menjadi teladan bagi sesama.

(Kang Mamat/BGT)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan