Kegiatan rutin triwulan jama’ah thariqah qadiriyah naqsyabandiyah

Almursyid KH. Khaliq Amrullah Adnan, S.Ag didampingi KH. Ahmad Choirudin, S.Pd.I dan Ky. Hayim Asrori, S.Pd.I selaku badal sedang memberikan tausyiyah kepada Jama'ah Thariqah di Masjid Baitul Muttaqin Kampung Bogatama. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Bogatama.desa.id |15|12|2018 Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah atau Thoriqoh Qoodiriyah Naqsyabandiyah adalah perpaduan dari dua buah tarekat besar, yaitu Thariqah Qadiriyah dan Thariqah Naqsabandiyah yang didirikan oleh Syaikh Achmad Khotib Al-Syambasi di Makkah pada awal abad ke-13 hijrah/ abad ke-19 M. Dan termasuk tarekat yang mu’tabarah (diakui keabsahannya). Pendiri tarekat baru ini adalah seorang Syekh Sufi besar yang saat itu menjadi Imam Masjid Al-Haram di Makkah al-Mukarramah, Syaikh Achmad Khotib Al-Syambasi al-Jawi (Wafat 1878 M). Beliau adalah ulama besar nusantara yang tinggal sampai akhir hayatnya di Makkah. Syaikh Achmad Khotib Al-Syambasi adalah mursyid Thariqah Qadiriyah.

Sebagai suatu mazhab dalam tasawuf, Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah memiliki ajaran yang diyakini kebenarannya, terutama dalam hal-hal kesufian. Beberapa ajaran inti dalam tarekat ini diyakini paling efektif dan efisien untuk menghantarkan pengamalnya kepada tujuan tertinggi yakni Allah swt. Ajaran sufistik dalam tarekat ini selalu berdasarkan pada Al-Qur’an, Al-Hadits, dan perkataan para ‘ulama arifin dari kalangan Salafus shalihin. Setidaknya ada empat ajaran pokok dalam tarekat ini, yaitu:

  1. tentang kesempurnaan suluk,
  2. adab(etika),
  3. dzikir, dan
  4. muraqabah.

Sebagian Jama’ah yang hendak mengikuti Bai’at langsung dengan Al Mursyid sedang mendengarkan tausyiyah. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Sesuai dengan empat ajaran pokok yang terdapat dalam thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah yaitu tentang kesempurnaan suluk, adab (etika), Dzikir, dan Muraqabah (mendekatkan diri kepada Allah SWT) pembinaan dan pengamalan ajaran thariqah tersebut menjadi kewajiban seorang guru (mursyid) untuk selalu membimbing jama’ah agar senantiasa istiqamah dalam mengamalkan apa yang menjadi ketentuan.

Dikecamatan Penawartama dan Gedung Aji Baru saat ini penganut thariqah ini semakin banyak, dari hari kehari selalu bertambah dan menjadikan Jam’iyyah Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah menjadi semakin diminati, dengan semakin banyaknya pengikut jam’iyyah ini maka guru (mursyid) selalu memberikan bimbingan kepada para jama’ah sekaligus mengadakan Bai’at kepada masyarakat yang ingin mengamalkan thariqah ini. Sebagaimana yang menjadi syarat bagi orang yang ingin ikut mengamalkan thariqah qadiriyah Naqsyabandiyah maka harus mengikuti bai’at (Janji) untuk selalu menjaga dan mengamalkan ajarannya dengan istiwamah sampai akhir hayat.

Sebagiab Jama’ah Perempuan yang duduk di teras masjid mendengarkan tausyiyah. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan KH. Khaliq Amrullah Adnan, S.Ag sebagai Mursyid setiap 3 bulan sekali memberikan bimbingan kepada jama’ah dengan hadir langsung membimbing jama’ah yang ada di Kecamatan Penawartama dan Gedung Aji Baru. Ini dimaksudkan agar seluruh jama’ah mendapatkan pencerahan langsung dari sang Mursyid. Selain bimbingan langsung setiap tiga bula sekali beliau juga mengangkat badal (Pengganti) yang diamanati untuk membimbing jama’ah dilingkungannya setiap seminggu sekali.

Jama’ah laki – laki sedang mendengarkan tausyiyah dengan khidmat. (Dokumen desa.id Fhoto By. Kang Mamat)

Dengan kegiatan ini diharapkan umat muslim dapat mengamalkan ajaran agamanya dengan baik dan sanad keilmuannya benar – benar tersambung sampai dengan Rasulullah SAW, sehingga menjadi pribadi muslim yang beretika dan berakhlakul karimah sehingga menjadikan Kecamatan Penawartama dan Gedung Aji baru menjadi daerah yang benar – benar “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur”.

(Kang Mamat BGT)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan